Standar

Bismillahirrahmanirrahim…

maaf ya, baru saja kemarin bertekad untuk mulai menulis lembar demi lembar perjuangan

bukan lagi lembar berisi kalimat-kalimat sedih, mimpi yang terlalu kosong, atau apa…

Tapi peristiwa esok hari memang tak bisa ditebak, begini lah jadinya

Aku ingin bernostalgia, di awal masuk kuliah, di awal masuk SMA

apa yang aku pikirkan? seorang wanita yang bebas, tidak memiliki seorang teman berbeda gender yang spesial, sibuk bermain dengan kawan-kawan perempuannya, sambil sesekali menelisik apakah disini awal mula kisah bahagia yang semu itu? seperti di sinetron-sinetron.Terlalu terbuai oleh produk settingan musuh islam…

Aku hanya ingin membagi kisah tokoh novel fiktif ini dalam lembaran novel hidupku

Laki-laki ini bernama ‘Abdullah. Ya. dia hamba Allah.

dia laki-laki seperti apa sebenarnya? semakin lama, membuatku semakin merasa tidak memahaminya.. tapi.. dia orang baik, dia punya banyak kelebihan, dia peduli, dan kata orang.. dia tampan dan senyumnya mempesona. halah.. haha

tidak salah kalau ternyata karena hal-hal diatas dia memiliki begitu banyak orang yang percaya, peduli, menghormati dan menyayanginya. Mungkin, aku pernah menjadi salah satunya. mungkin masih? biarlah itu dalam rahasia. cukup aku dan Allah yang tahu.

Semakin mengenalnya, membuatku semakin paham cara memperlakukan orang yang punya sifat seperti dia. Aku harus bisa memperlakukannya sebagaimana mestinya aku memperlakukan teman-teman lain, aku harus menghargainya, berhusnuzhan pada nya

 

 

Assalammu’alaykum

Standar

Assalammu’alaykum kekasih hati…

Kekasih hati memang bukan kata yang pantas bagi seseorang yang bukan milikku.. Semakin lama kata-kata itu mengguris hatiku.. kenapa begitu mudah waktu itu aku merelakan seluruh perasaanku tertumpah padamu?

Kata orang kamu orang baik, aku sepenuhnya percaya itu.. Kamu hanya seseorang yang sedang bertumbuh, belajar, dari asal yang tidak sama denganku..

Aku begitu lemah dan merendahkan diriku sehingga aku berada pada keadaan  yang sama denganmu yang masih belajar untuk bangkit, keadaanmu dan aku sangat berbeda

Terlahir dari kedua orang tua yang keluarganya kurang Islami, aku tidak bisa menyalahkanmu betapa cahaya iman yang memancar dari dirimu menutupi semua kekuranganmu itu dan membuat orang lain memandangmu dengan prasangka yang lebih baik dari yang sebenarnya.

Tidak apa-apa.. kamu memang memesona.. aku seharusnya tidak merusakmu dengan keegoisanku.. aku tau cahaya hatimu begitu bersinar, tapi aku tetap mengganggumu. Menggodamu hingga imanmu bergeming.. hingga tuhan kita kamu langgar hukumnya.. Maaf kan aku..

Jika dakwah adalah cinta bagimu, biarkan aku berada di jalan cinta dakwah yang lain, dalam do’a yang tulus dan tanpa menoleh ke jalan mu.. biarkan kita bersabar, biarkan kita berpisah, biarkan kita saling melepaskan, dan biarkan kita saling merelakan..

Karena cintaku besar tapi bukan hakmu, karena cintaku besar tapi aku tidak berhak memberinya padamu..

Laki-laki ini telah jatuh dua kali kedalam kisah cinta dengan dua akhwat yang bisa dibilang lebih dewasa darinya, aku yang terparah.. aku berharap kesalahanku tidak kuulang kembali.. dengan semangat dan cinta kita pada Allah mari kembali ke jalan kebenaran.

Biarkan Allah ridho kepada kita dan memilihkan buat kita yang terbaik, benar-benar yang terbaik menurutnya. Karena kita menjaga perintah-Nya, tsiqoh karena hukum yang di tetapkan-Nya.

Kamu memang indah menawan dan menggugah hatiku… tapi jika memang ini cinta, hal yang benar yang bisa kulakukan adalah mendo’akanmu agar di tetapkan di jalan keselamatan, di istiqomahkan agar dikumpulkan di surga bersama, dan yang terakhir… di perbaiki agar mendapatkan jodoh yang terbaik menurut Allah..

Jika sampai sekarang bisikan itu masih memanggil.. kebersamaan kita meninggalkan jejak citarasa manis semu penuh ketertutupan dan kebohongan tentang dirikita masing-masing… pernikahan tidak sebercanda itu.. Pernikahan menyatukan dan menguji iman, agar pada saat tersulit bahtera yang dibangun tidak menjadi karam… pernikahan bukan kata suka atau tidak suka, lebih dalam dari itu… ketika pertemuanmu dan perisahanmu hanya karena Allah, pilihanmu atas dia atau bukan dia hanya karena Allah, semoga Allah menyampaikan mu pada pernikahan yang sakinah, mawaddah, warahmah bersama dia yang Allah pilihkan, dia yang berhasil bersabar dalam ujian keimanan berupa laki-laki. Begitupun aku, semoga aku menjadi yang terbaik baginya,dia yang berhasil bersabar dalam ujian keimanan berupa perempuan.

Kesan, ketenangan, rasa saling mengisi kerinduan dan kekosongan hati… dan bahkan aku yang meninggalkan mu dititik dimana aku mengantarmu sejauh ini… semoga kamu dikuatkan, kekasih hatiku.. Mulai saat ini kamu bukan kekasih hatiku lagi.. biarlah dirimu berada di jalan itu.. mungkin di perjalanan jauh ribuan hari yang akan kamu tempuh setelah ini.. menyisakan pertanyaan apa kabarmu dalam perjalanan itu.. Tapi pagar tanaman itu menutupiseluruh jalan yang kamu lewati sehingga aku tidak bisa melihatmu meskipun aku menoleh kesana..

Do’akan aku untuk tidak mencari jalan ke jalan itu, do’akan aku tidak memotong pagar tanaman itu, atau mencari 1001 jalan menuju persimpangan yang mempertemukanku dengan mu.. aku tau berat dan lebih berat lagi jika aku masih mengganggu, jika aku tiba-tiba muncul dihadapanmu, atau mengirimkan kado cinta yang tidak bernama yang akan membuat mu bertanya-tanya atau berpikir tentang ku lagi.. do’akan aku untuk tidak begitu, do’akan aku untuk selalu ingat mendo’alkanmu..

Karena mengenalmu adalah kesempatan berharga bagiku, dan do’a yang tersimpan dalam hatiku karena perjumpaann ini tidak akan aku sesali. Semoga kamu dikuatkan, laki-laki manis mempesona yang sedang berjuang karena tujuannya adalah Allah. :”)

Jika akhir perjalananmu adalah bersua dengan seorang bidadari shalihah nan membahagiakan di dunia akhirat, ku do’akan semoga kamu dilimpahkan rahmat-Nya dan kuikhlaskan dan sungguh ku memang sudah melepasmu ^^ aku akan berbahagia.. Insyaa Allah

Jika akhir perjalananmu bersua denganku, sungguh itu sebuah rahasia yang tidak perlu dibayangkan atau di angan-anagankan..karena jika memang iya akan menjadi kado terindah.. setidaknya aku akan belajar mulai mencintaimu dari awal lagi jika begitu adanya..

Melepaskanmu adalah keputusan Allah yang terindah untukku..

Karena Allah lebih mencintaiku…

Karena Allah lebih mencintaimu…

Karena Allah lebih mencintai kita…

Am I seeing water or it’s just a fatamorgana?

Standar

I wonder whether being with you is the only choice I can choose

so many things wander in my mind

You, do you deserve being here?

getting them all, am I too impatient?

what is in you to make me consider you so precious

your footsteps that is getting quieter, are you away?

thinking of it already hard for me

To be honest, you being here and being not here are all sad things

I can’t do this, I shouldn’t have

but thinking of you, taking care of you, and you are all that matters

I’m always asking myself, what’s in you that make me can’t leave?

Is it that genuine love or it’s just our self selfishness?

because we’re lonely, because it can be others, if not you

because it can be others, if not me

I’m the one who gives everything up to you

I’m doing a wrong thing, I know

but feeling like letting you go was the hardest pain that I could have taken

you’re precious
you’re making me proud

you always listens to me and make me feel needed

But if it’s not me, will you find someone new?

is it because coincidentally I’m the one who stands in front of you?

how do you think of me?

if I don’t disturb you, would you let me go easily?

for someone who I never feel right to love..

Menjemput Jodohku dengan Husnul Khotimah

Standar

Bismillahi awwalahu wa akhiru, Assalammu’alaykum warahmatullahi wabarakatuh.

Sebenernya mau nulis tentang perjalanan saya meyakinkan diri, untuk bangkit dan ga dikalahkan dengan ujian bernama laki-laki bukan mahrom..

menurut Ibnu Qoyyim Al Jauziyyah cinta adalah penyakit. Penyakit Al-Isyq. saya pribadi setuju untuk mengambil konsep beliau rahimahullah.

Terapi Rasulullah Dalam Penyembuhan Penyakit Al-Isyq (Cinta)

Jodoh itu hanya fasilitas untuk berbuat taat lebih besar (Salim A. Fillah)

Do’anya, kata pak Ustadz, bersama-sama dengan saya meningkatkan kapasistas ketaatan kepada-Mu.

Semoga Allah mengistiqomahkanku untuk berikhtiar dan bersabar menjemput jodohku dengan husnul khotimah.

Dua statement diatas, semoga selalu menjadi pengingatku disaat aku lupa semangat.

Kesalahan saya di masa lalu, dekat dengan seseorang yang sangat saya sesali kenapa saya kurang baik dalam menjaga diri dan malu, cukuplah menjadi motivasi saya untuk menjaga diri saya agar tidak melakukannya lagi. Biiznillah.

apalagi, dia juga mungkin mengira bagaimana saya telah bisa move up, sampai-sampai berbicara dengan nya saja saya ‘menjaga’, jangan sampai do’anya itu tidak sampai ke langit, karena kamu mengecewakan dirimu sendiri karena masih juga tidak bisa menjaga hati.

Lalu, apalagi? menonton video tentang Ressa Rere dan Ryan Qory, yang begitu menginspirasi, bukan dari nikah mudanya tapi bagaimana pandangan dan persiapan diri mereka,

Pandangan rere tentang niat yang selalu harus diluruskan, menikah karena menyempurnakan separuh agama, dan bukan berhenti di akad, tapi ikhtiarnya dengan mengabdi hingga akhir hayat. dan katanya, bukannya berfokus pada kriteria-kriteria calon yang kita inginkan, tapi berfokus pada diri kita, memperbaiki diri dan berikhtiar untuk Istiqomah dalam ibadah (ini bukan kata rere, kata Hana wkwk) karena Allah, nanti setelah settle, mau minta  jodoh yang baik, pasti Allah akan diberikan yang terbaik.

dan film pendek *banget* nya Hana juga sangat menginspirasi hehe

btw alert! ikhwan jangan lihat ya, hmm kata ikhwan yang sudah terlanjur nonton, sulit menundukkan pandangan karena isinya akhwat semua, ini pesannya juga untuk akhwat kok.. jadi, latihan menjaga ya ikhwan :’)

copy&open in new tab->https://www.youtube.com/watch?v=iC4VYMWaBGc

Semoga pandangan diatas sudah benar, ya Allah bimbing kami *Bismillah*

plus impianku juga, melakukan syiar walimah yang sederhana, hehe, sisanya, Insyaa Allah di sedekahkan di Jalan Allah, yaitu pada saudara saudari terdekat, anak yatim, orang miskin, musafir, masyarakat belahan bumi Islam yang lain dan lainnya..Ya Allah catatlah ini sebagai suatu niat kebaikan yang telah engkau nilai sebagai kebaikan, dan semoga engkau mengizinkannya terlaksana. Aamiin. Wallahu ‘a lam

Dan kata-kata Ibnu Qoyyim Al Jauziyyah begitu menginspirasi, meskipun mungkin ada redaksi yang lebih tepat, tapi karena keterbatasan ilmu saya, jadi baru bisa quote ini dan merubahnya

“Zuhud itu bukanlah orang yang meninggalkan gemerlap dunia dari genggamannya, tetapi hatinya terus memikirkannya. Zuhud adalah orang yang meninggalkan dunia dari hatinya, meskipun ada dalam genggamannya.”

Nah, kurang lebih untuk motivasi diri sendiri, tentang cinta yang belum halal bagiku..

“Mengikhlaskan itu bukanlah meninggalkan cinta dari genggamannya, tetapi hatinya terus memikirkannya. Mengikhlaskan adalah meninggalkan cinta dari hatinya, meskipun orangnya ada di dekatnya.”

masyaa Allah :”) semoga diberi taufik dan hidayah ya. Aamiin Yaa Allah.

kata Rere, Jangan ada Baper, insyaa Allah kalau sudah saatnya akan datang orang yang tepat. Jaga hatimu buat dia yang benar-benar ngga tahu siapa itu ya

Kenapa yakin banget orang yang sekarang yang akan jadi jodohmu? orang pacaran atau hts-an aja, yang udah komitmen komitmen-an, diingetin gini.. siapa yang bisa jamin dia yang bakal jadi jodohmu, Kalau nanti tiba-tiba cowokmu itu ketabrak mobil terus meninggal, gimana? naudzubillah, so gaada yang pasti. Tapi si Dia mu itu pasti, ada di lauhul mahfudz, jemput dia di waktu yang tepat, nanti dia dengan husnul Khotimah.

Dan btw balik lagi.. ke kata-kata Ustadz Salim A. Fillah

Jodoh itu hanya fasilitas untuk berbuat taat lebih besar (Salim A. Fillah)

Do’anya, kata pak Ustadz, bersama-sama dengan saya meningkatkan kapasistas ketaatan kepada-Mu.

Insyaa Allah kalau motivasinya begini, kita tidak berharap untuk menjadi kecewa, karena kita tidak salah berharap, berharap hanya kepada Allah, Jodoh itu hanya fasilitas.. lebih indah ini lho.. dan lebih baik untuk menjadi harapan..

Bismillahirrahmanirrahim,

“Dijadikan terasa Indah dalam pandangan manusia cinta terhadap apa yang diinginkan, berupa perempuan-perempuan, anak-anak, harta benda yang bertumpuk dalam bentuk emas dan perak, kuda pilihan, hewan ternak, dan sawah ladang. Itulah kesenangaan hidup di dunia dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik”

“Katakalanlah “maukah aku kabarkan kepadamu apa yang lebih baik dari yang demikian itu?” Bagi orang-orang yang bertakwa (tersedia) di sisi Tuhan mereka surga yang mengalir di bawahnyasungai-sungai, mereka kekal di dalamnya, dan pasangan-pasangan yang suci, serta Ridha Allah. Dan Allah Maha Melihat hamba-hamba-Nya.”

“(Yaitu) orang-orang yang berdo’a “Ya Tuhan kami, kami benar-benar beriman, maka ampunilah dosa-dosa kami dan lindungilah kami dari azab neraka”

“(Juga) orang yang sabar, orang yang taat, orang yang menginfakkan hartanya , dan orang yang meohon ampunan pada waktu sebelum fajar”

Surah Ali-Imran ayat 14-17

Masyaa Allah :”) terbuka sendiri karena kebetulan tilawah sedang berhenti disana, ya, bersyukur saja lah.

Oya, meskipun referensi ini umum dan tidak perlu menjadi acuan utama *mau beli buku fiqh nikah atau mempersiapkan pernikahan ala Shahabiyah, hehe* tapi karena keterbatasan saya (lagi) mungkin ini bisa diintip sedikit-sedikit, kalau buat saya sih, cukup agak menyadarkan impian negeri dongeng saya..

Kalau 7 Hal Ini Kamu Rasakan, Menikah Muda Bukanlah Masalah Buatmu

1. Mampu mengambil keputusan dengan pertimbangan logis dan bukan hanya berdasarkan perasaan
2. Memiliki perencanaan masa depan yang matang serta tahu cara mewujudkannya
3. Siap dengan konsekuensi pernikahan apapun itu
4. Tak mengharapkan pasangan untuk selalu menjadi seperti yang kita inginkan
5. Bisa mandiri secara finansial (diatas itu, Istri yang diridhai dalam Islam adalah yang menuruti ridha suami)
ada hal menarik tentang ini di short movie Istri Paruh Waktu 3 hehe

dan tentunya seri sebelumnya yang ngga kalah inspiratif

6. Percaya bahwa orang yang akan kamu nikahi adalah pasangan terbaik
7. Tahu apa saja yang menjadi prioritas dalam hidupmu

Selamat belajar yaa, diriku.. :’)

Sepertinya ini cukup, saya (penulis) bukan orang yang luput dari baper, justru karena ini, karena apa yang menimpa saya, dan karena tekad yang saya bangun pelan-pelan, dari kejatuhan demi kejatuhan yang sering sekali terjadi.. Saya terus mencari apa yang perlu diperbaiki dari pemahaman saya, apa yang bisa menjadi lebih baik. Bismillah. Semoga Allah meridhai saya, ini bukan saksi atau apa, tapi semoga ini bisa menjadi pengingat dan penyemangat kecil saya dalam Ikhtiar saya menjauhi satu hal yang dilarang oleh Allah ini.

Billahi Taufiq wal Hidayah, Wassalammu’alaykum warahmatullahi wabarakatuh.

Stay Patient

Standar

we shouldn’t have sparked the fire again

I know how longing it must be

How empty some places that shouldn’t be empty

and how the longing asks for just a glance

but then, the fire started to flame again..

no matter how I miss you

no matter how we can’t meet for long

no matter how we have no excuse to meet

no matter how I keep being in these certainty and uncertainty

I am still, and you must be , uncertain too…

but we’re preparing for someone good, rite?

if not you, he must be another good person…

if not me, she must be another good person…

It has been decided, so will we disappoint ourselves?

For the fate that has been decided and the things around it?

will we be ready for facing problems later if we’re not patient now?

I especially ask myself who is very hard to be patient…

Stay Patient, let’s welcome the future with a blessed way :”)

 

Just a daydream of something that mustn’t actually occur in real life

Dlingo, Bantul DIY

Standar

Bukan tentang perjalanannya yang kutulis disini..

Perjalanan yang tidak kusesali

Perjalanan mencoba mengendarai motor di jalanan seperti itu pertama kali

Perjalanan dimana aku punya waktu untuk berpikir…

Pikiran itu yang akan kutuangkan disini..

Ini bukan tentang siapa yang membaca, tapi tentang apa yang ingin kutuliskan disaat aku boleh menulis sesuatu…

Perjalanan yang melibatkan sesuatu yang rasanya berkali-kali dihindari, akhirnya sampai juga menjemput takdirnya untuk terjadi… untungnya dari perjalanan ini,bukan penyesalan dan rasa bersalah yang bertambah besar. Semoga benar begitu, semoga perjalanan ini telah dilewati dengan cara yang benar.

Perjalanan itu pun akhirnya dilewati juga.. perjalanan 4 jam bolak balik sleman bantul benar-benar memberi kesempatan buatku mengendapkan pikiran, berpikir lebih jernih, dan menemukan sesuatu yang lebih baik..

_________________________________________________________________

Sebelum perjalanan ini, aku berpikir tentang bulan..

Bertanya pada bulan yang mungkin bersikap begitu bukan karena diriku…

Bulan, apakah kamu membenciku?

Aku tidak masalah ketika bulan tidak lagi berada di dekat sini, selama bulan tidak benci kepadaku.

 

Kenapa begitu? maknailah kalimat ini..

“Kebencian dalam hati ini tidak ada, tapi perasaan yang pernah ada dalam hati ini juga ikut hilang bersama hilangnya kebencian. ”

Aku telah belajar lebih dalam tentang takdir. Pasti yang lain, jika bukan bulan. Dan itu tidak akan berubah. Nama itu tidak akan berubah. Hal yang perlu dikhawatirkan seharusnya adalah bagaimana cara ku menunggu “Pasti yang lain, jika bukan bulan”, apakah dengan jalan yang DIA sukai, atau yang DIA tidak sukai…